24 Februari 2024
Clean Hydrogen

Sumber: <a href="https://www.freepik.com/free-photo/beautiful-view-wind-turbines-grass-covered-field-captured-holland_8755603.htm#page=2&query=green%20hydrogen&position=4&from_view=search&track=ais&uuid=45f7c292-225e-4e86-a68f-a8a9a116c1a8">Image by wirestock</a> on Freepik

Belakangan ini, sering kita dengar isu hidrogen dalam sektor penurunan emisi yang sudah ada dalam roadmap menuju net zero. Baik itu dalam pembahasan hidrogen untuk transportasi, hidrogen untuk industri, produksi hidrogen sebagai substitusi gas alam, maupun sumber energi baru termasuk di dalamnya ke arah amonia. Sangat banyak kombinasi dari energi terbarukan ini. Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara mengubah hidrogen menjadi energi yang sering kita sebut dengan “Clean Hydrogen” dengan jasa konsultan gas rumah kaca perusahaan.

Di berbagai negara di dunia, banyak konsep teknologi untuk mengubah hidrogen, mulai dari Photovoltaic, gas alam, hingga even coal atau batu bara. Metode yang digunakan pun banyak sekali, baik itu steam reforming, pirolisis, gasifikasi, dan lain sebagainya. Di Indonesia, dengan kondisi yang memiliki banyak sumber energi, maka harus memiliki satu konsep yang baik. Konsep yang baik yang mana di dalamnya memuat cara memasukkan dan mengombinasikan hidrogen di dalam National Energy System kita. Harapannya, energy storage system dari renewable untuk mengatasi isu intermitten bisa menjadi salah satu supporting system. Industri energi harus didorong dan BRIN sebagai penggeraknya, karena memang industrialisasi untuk manufacturing energi itu sangat diperlukan.

Saat ini, BRIN sedang menyiapkan suatu ekosistem, ekosistem untuk mengetahui bagaimana cara hidrogen bisa menjadi base perekonomian, bukan lagi berbasis kepada fosil. Maksundya adalah berbasis kepada hydrogen concept, diantaranya technology and renewable, research and development, market creation. Market creation sangat diperlukan untuk memasukkan hidrogen sebagai market creation yang baru dan harapannya akan ada investasi juga seperti dana-dana misalnya dari JETP ataupun AZEK. Sebenarnya banyak sekali dana yang masuk dari luar negeri, hanya saja konsepnya perlu dikolaborasikan dengan masalah isu technology and research.

Saat ini, roadmap hydrogen sedang gencar-gencarnya dibahas di Indonesia. Setelah ada inisiasi dari BRIN dan IFHE, strategi strategy national of hydrogen sedang dibuat oleh Kementerian ESDM, yang mana di dalamnya ada peta jalan hidrogen dan amonia secara nasional dan juga mengenai hulu-hilir supply-chain. Saat ini, Hydrogen Initiation ini sudah banyak sekali, ada 40 negara yang sudah memiliki roadmap. Di Indonesia belum ada dan nantinya roadmap ini dipegang oleh para investor, yakni para investor yang akan beralih ke energi hidrogen.

Jika dilihat melalui peta dunia, mengenai hidrogen ini, sudah banyak negara mulai mengklaim diri mereka sebagai off-taker hidrogen atau exporter hidrogen. Saat ini, potensi Indonesia luar biasa, maka dari itu, Indonesia harus masuk ke dalam sektor ini dengan memanfaatkan jasa konsultan GRK Jakarta. Di wilayah Asia, off-taker terbesar adalah Jepang dan Korea. Di wilayah Eropa, banyak negara yang juga akan turut serta. Negara-negara lain yang sekarang sedang menyiapkan antara lain Australia, beberapa negara di Afrika, dan beberapa negara di wilayah Eropa. Afrika dan Amerika sudah bergerak namun untuk konsumsi sendiri. Begitupun China, juga lebih banyak ke konsumsi sendiri, tetapi akan memulai untuk mengekspor, sedangkan Afrika arahnya akan lebih banyak ekspor, begitupun Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *